Sebuah sistem akuntansi akan terdiri dari 3 (tiga) bagian
penting, yang meliputi sebagaimana dalam ilustrasi 2.1.
A. Pengertian Transaksi Bisnis Perusahaan
Sebagai suatu organisasi yang berorientasi pada perolehan
laba, perusahaan akan berusaha untuk menghasilkan barang atau jasa untuk dijual
ke konsumen dengan harga tertentu hingga perusahaan mendapatkan keuntungan.
Untuk melaksanakan kegiatannya, tentunya perusahaan memerlukan dana. Dana ini
akan digunakan untuk pembayaran tagihan telpon, pembayaran gaji karyawan, dan
sebagainya.
Transaksi bisnis merupakan kejadian ekonomis yang menyebabkan
perubahan dalam aset dan/atau kewajiban, dan/atau ekuitas.
Kejadian ekonomis dari suatu perusahaan yang secara langsung
mempengaruhi kondisi keuangan atau hasil operasi dan harus dicatat oleh
perusahaan yang bersangkutan itulah yang disebut transaksi bisnis (business
transaction).
Transaksi bisnis dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu
transaksi eksternal dan transaksi internal. Transaksi eksternal merupakan
kejadian dengan pihak luar perusahaan.
Transaksi bisnis dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu
transaksi eksternal dan transaksi internal.
Contoh: pembelian perlengkapan kepada pemasok, pembayaran
uang muka sewa gedung, pembelian mesin. Sedangkan, transaksi internal adalah
kejadian ekonomis yang terjadi dalam perusahaan itu sendiri. Contoh transaksi
internal adalah penggunaan perlengkapan, pemanfaatan gedung beberapa waktu,
penggunaan mesin, dan lain-lain.
Semua transaksi bisnis perusahaan akan senantiasa berpengaruh
pada perubahan pada ketiga unsur persamaan dasar akuntansi, yaitu aset dan/atau
kewajiban dan/atau ekuitas. Transaksi bisnis perusahaan ini paling tidak akan
mempengaruhi 2 (dua) diantara 3 (tiga) komponen atau unsur dalam persamaan
dasar akuntansi. Sebagai contoh: jika dalam perusahaan itu terdapat kenaikan
aset, maka kejadian ini akan bisa berpengaruh pada:
1. Penurunan aset yang lain, atau
2. Kenaikan kewajiban tertentu, atau
3. Kenaikan ekuitas
Marilah kita lihat bersama, bagaimana adanya penambahan aset
dapat berpengaruh kepada 3 (tiga) hal di atas? Berbagai transaksi bisnis baik
transaksi internal maupun transaksi eksternal yang terjadi di perusahaan akan
berpengaruh terhadap unsur-unsur persamaan dasar akuntansi.
Perhatikan transaksi bisnis sederhana tentang pembelian
perlengkapan secara kredit. Transaksi sederhana ini akan mengakibatkan
perubahan atau berpengaruh pada kenaikan kewajiban tertentu, yaitu utang usaha
dan kenaikan aset tertentu yaitu perlengkapan. Ilustrasi 2.2 adalah contoh
sederhana suatu transaksi dan pengaruhnya.
Ilustrasi 2.2: Pengaruh adanya Transaksi
B. Persamaan Dasar Akuntansi
Sumberdaya yang dimiliki oleh suatu organisasi atau
perusahaan disebut dengan aset.
Sedangkan hak atau klaim atas aset perusahaan dibagi menjadi
2 (dua), yaitu: (1) hak kreditor, (2) hak pemilik.
Persamaan dasar akuntansi adalah asset sama dengan kewajiban
ditambah dengan ekuitas.
Hak kreditor menunjukkan kewajiban perusahaan, sedangkan hak
pemilik disebut dengan ekuitas. Hubungan antara keduanya, dapat dinyatakan
dalam suatu persamaan yang disebut dengan persamaan dasar akuntansi dan ditulis
sebagai berikut:
Aset adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, yang
dapat digunakan oleh perusahaan dalam kelancaran aktivitas produksi, konsumsi
dan pertukaran. Dengan demikian, aset merupakan kapasitas yang dimiliki
perusahaan yang memberikan manfaat ekonomis di masa yang akan datang dan menghasilkan
bagi perusahaan yang bersangkutan.
Kewajiban adalah klaim atas aset tertentu. Bentuk sederhana
kewajiban perusahaan adalah utang. Utang ini bisa timbul dari peminjaman uang,
pembelian barang dagangan atau perlengkapan secara kredit yang digunakan untuk
membantu kegiatan perusahaan.
Ekuitas pemilik merupakan klaim pemilik atas semua aset yang
ada di perusahaan, yang dihitung dengan cara total aset dikurangi dengan total
kewajiban. Dengan demikian, total aset yang dimiliki perusahaan akan menjadi klaim
dari para kreditor dan klaim pemilik. Klaim dari pemilik merupakan sisa dari
klaim kreditor.
C. Analisis Transaksi
Setelah kita memahami bersama tentang transaksi bisnis
perusahaan, jenis transaksi dan persamaan dasar akuntansi, marilah kita sekarang
mencoba untuk menganalisis pengaruh adanya transaksi bisnis terhadap ketiga
unsur dalam persamaan dasar akuntansi.
Pada pembahasan berikut, akan diuraikan beberapa tipe
transaksi yang akan berpengaruh terhadap persamaan dasar akuntansi. Untuk
menggambarkan pengaruh transaksi bisnis ini, kita gunakan transaksi dari
Perusahaan Widya Jasa Karya yang bergerak di bidang jasa konsultan. Pemilik
perusahaan ini adalah Tn Airlangga, yang baru mengopersikan perusahaannya pada
tanggal 1 Oktober 2006. Beberapa transaksi yang terjadi pada awal pendirian
perusahaan ini sebagai berikut:
Transaksi 1
Pengaruh transaksi investasi modal pemilik terhadap persamaan
dasar akuntansi.
Pada saat pendirian perusahaannya, Tn Airlangga menyerahkan
uang tunai ke perusahaan sebesar Rp. 300.000.000-, sebagai setoran modalnya.
Dengan adanya setoran modal dari Tn Airlangga ini, maka aset perusahaan berupa
kas akan bertambah sebesar Rp. 300.000.000,-, dan di pihak lain hak Tn
Airlangga sebagai pemilik bertambah juga sebesar Rp. 300.000.000,-. Bagaimana
transaksi ini berpengaruh terhadap persamaan dasar akuntansi?
Transaksi 2
Pengaruh transaksi perolehan aset dari kreditor terhadap
persamaan dasar akuntansi.
Tn Airlangga merasa bahwa uang tunai yang sudah
diinvestasikan ke perusahaan tidaklah cukup, sehingga dia mengajukan permohonan
pinjaman ke Bank BCA. Pinjaman yang disetujui oleh Bank BCA untuk Tn Airlangga
adalah sebesar Rp. 150.000.000,-. Perjanjian menyatakan bahwa Tn Airlangga
berjanji harus mengangsur selama 30x angsuran dengan setiap kali angsuran
sebesar Rp. 5.000.000,- ditambah bunga sebesar Rp. 600.000,- per angsuran.
Bagaimana transaksi ini berpengaruh terhadap persamaan dasar akuntansi?
Transaksi 3 dan 4
Pengaruh transaksi pembelian perlengkapan dan pengeluaran
beban terhadap persamaan dasar akuntansi.
Dalam menjalankan aktivitas perusahaan, Tn Airlangga
memerlukan perlengkapan yang dibelinya secara kredit, senilai Rp. 5.000.000,-
ke UD Dua Empat dengan jangka waktu 1 (satu) bulan. Beberapa beban yang
dikeluarkan selama bulan Oktober 2006 dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan,
meliputi:
Coba kita amati bersama tabel di atas. Sebelum
transaksi-transaksi pengeluaran beban terjadi, saldo kas menunjukkan jumlah Rp.
450.000.000,-. Pembayaran beban sebesar Rp. 42.000.000,- akan mempengaruhi
jumlah kas menurun dari Rp. 450.000.000,- menjadi Rp. 408.000.000,-.
Beban adalah penurunan ekuitas perusahaan yang biasanya
disebabkan adanya penggunaan aktiva untuk membantu menghasilkan pendapatan
perusahaan.
Pengeluaran beban ini, tidaklah menyebabkan penambahan aset
baru bagi perusahaan, juga tidak mengakibatkan perubahan pada kewajiban
perusahaan, tetapi berpengaruh langsung pada penurunan ekuitas, yaitu penurunan
modal pemilik. Saldo ekuitas yang semula, sebelum terjadinya pengeluaran beban,
sejumlah Rp. 300.000.000,-, dengan adanya beban-beban ini menurun menjadi Rp
258.000.000,-.
Dengan demikian, pengertian beban merupakan penurunan ekuitas
perusahaan atau penurunan modal pemilik perusahaan yang biasanya disebabkan
adanya penggunaan aset untuk membantu dalam menghasilkan pendapatan perusahaan.
Coba kita lihat transaksi ke-4 (empat), yakni perusahaan
membayar berbagai beban dengan menggunakan aset kas perusahaan. Selain kas,
perusahaan masih memiliki aset yang lain, yaitu perlengkapan yang dibeli
perusahaan sebagaimana pada transaksi ke-3 (tiga) senilai Rp.5.000.000,-.
Perlengkapan ini juga digunakan untuk membantu perusahaan dalam memperoleh
pendapatannya. Sehingga, penggunaan perlengkapan ini juga harus diakui sebagai
beban pada periode penggunaannya.
Transaksi 5
Pengaruh penggunaan perlengkapan terhadap persamaan dasar
akuntansi.
Pada akhir bulan, Tn Airlangga menghitung besarnya penggunaan
perlengkapan, yakni senilai Rp. 3.000.000,-, yang harus diakui sebagai beban
perusahaan pada bulan Oktober 2006 itu juga dan sisanya senilai Rp. 2.000.000,-
masih sebagai aset perusahaan. Transaksi penggunaan perlengkapan inilah yang
disebut dengan transaksi internal. Adanya transaksi internal ini, akan
berpengaruh pada penurunan aset perlengkapan dan penurunan ekuitas perusahaan.
Pengaruh tersebut akan nampak sebagai berikut:
Transaksi 6
Pengaruh penjualan jasa terhadap persamaan dasar akuntansi
Perusahaan telah melayani pelanggannya selama bulan Oktober
2006. Kas yang terkumpul dari penjualan jasa yang dilakukan perusahaan senilai
Rp. 100.000.000,- Ketika perusahaan menerima sumber daya berupa kas yang
berasal dari pelanggan, perusahaan dikatakan telah menghasilkan pendapatan.
Pengaruh perolehan pendapatan ini terhadap persamaan dasar
akuntansi nampak sebagai berikut:
Sebagaimana kita lihat bersama pada pencatatan terhadap
transaksi 6 (enam) di atas, pendapatan yang diterima perusahaan akan menaikkan
aset perusahaan di satu pihak, dan di pihak lain pemilik perusahaan juga
merasakan manfaat pertumbuhan aset ini, yakni modal pemilik juga ikut
bertambah.
Dari transaksi 4, 5, 6, kita dapat mempelajarinya bahwa beban
perusahaan akan menurunkan nilai aset perusahaan dan sekaligus ekuitas pemilik,
sedangkan pendapatan perusahaan akan menambah aset perusahaan dan juga ekuitas
pemilik. Dengan demikian, jika pendapatan perusahaan di atas beban perusahaan
pada suatu periode akuntansi, maka dikatakan bahwa perusahaan mendapatkan laba
pada periode tersebut, dan sebaliknya, jika pendapatan yang diperoleh perusahaan
lebih kecil dibandingkan dengan bebannya, maka perusahaan menderita rugi pada
periode tersebut.
Transaksi 7
Pengaruh pembayaran utang ke Bank BCA terhadap persamaan
dasar akuntansi.
Perusahaan memiliki utang ke Bank BCA sebesar Rp.
150.000.000,- sebagaimana pada transaksi (2). Perusahaan harus mengangsur ke
Bank BCA beserta pembayaran bunganya. Untuk setiap kali angsuran sudah
ditetapkan sebesar Rp. 5.000.000,- dan bunganya sebesar Rp. 600.000,-.
Pengaruh transaksi ini terhadap persamaan dasar akuntansi
akan menurunkan aset kas sebesar Rp. 5.600.000,-, menurunkan kewajiban
perusahaan sebesar Rp. 5.000.000,-, serta menurunkan ekuitas sebesar Rp.
600.000,-. Penurunan ini akan nampak sebagai berikut:
Transaksi di atas, disebut dengan transaksi majemuk, karena
transaksi ini melibatkan lebih dari 2 (dua) akun, yaitu akun aset, akun
kewajiban, dan akun ekuitas. Pertama, akun aset, kas, berkurang sejumlah Rp.
5.600.000,-, yaitu untuk pembayaran pokok pinjaman dan bunga, kedua, akun utang
kepada Bank BCA berkurang yakni sebesar Rp. 5.000.000,-, yaitu pengurangan
terhadap angsuran pokok pinjaman, dan ketiga akun ekuitas, yakni modal Tn
Airlangga berkurang sebesar, beban bunganya, yaitu senilai Rp. 600.000,-.
Transaksi 8
Pengaruh pengambilan untuk keperluan pribadi terhadap
persamaan dasar akuntansi.
Tn Airlangga memerlukan uang untuk membayar uang pangkal
anaknya masuk ke perguruan tinggi sebesar Rp. 20.000.000,-. Pengambilan untuk
keperluan pribadi ini disebut dengan prive. Pengaruh transaksi prive ini dalam
persamaan dasar akuntansi sebagai berikut:
Pengambilan sumber daya perusahaan untuk keperluan pribadi,
seperti halnya Tn Airlangga mengambil uang tunai perusahaan untuk pembayaran
uang pangkal sekolah anaknya, berpengaruh pada penurunan aset kas perusahaan
sekaligus penurunan ekuitas pemilik.
Kita telah mempelajari 8 (delapan) transaksi yang terjadi
pada perusahaan Widya Jasa Karya selama bulan Oktober 2006. Jika kedelapan
transaksi di atas kita ikhtisarkan, maka transaksi-transaksi bisnis perusahaan
yang berpengaruh terhadap ekuitas pemilik sebagai berikut:
(a) Setoran pemilik
(b) Beban pemeliharaan kendaraan
(c) Beban sewa kendaraan
(d) Beban sewa kantor
(e) Beban gaji karyawan
(f) Macam-macam beban
(g) Beban perlengkapan
(h) Pendapatan jasa
(i) Beban bunga
(j) Prive, Tn Airlangga
Ilustrasi 2.3 menunjukkan ikhtisar dari transaksi-transaksi
bisnis perusahaan Widya Jasa Karya yang terjadi selama bulan Oktober 2006.
Ilustrasi 2.3: Ikhtisar Pengaruh Transaksi terhadap Persamaan
Dasar Akuntansi
Marilah kita telaah bersama ikhtisar tersebut dan perhatikan
beberapa poin di bawah ini, yang berlaku bagi setiap jenis transaksi bisnis.
1. Dampak dari setiap transaksi adalah peningkatan atau
penurunan satu atau lebih unsur dalam persamaan dasar akuntansi.
2. Kedua sisi persamaan dasar akuntansi harus selalu sama
jumlahnya.
3. Ekuitas pemilik bertambah sebesar investasi dari pemilik
dan adanya pendapatan. Sebaliknya, ekuitas pemilik akan berkurang sebesar
penarikan oleh pemilik dan karena adanya beban.
Hubungan antara investasi, pendapatan, beban dan prive dengan
ekuitas pemilik sebagaimana dalam ilustrasi 2.4.
Ilustrasi 2.4: Hubungan antara Investasi Pemilik, Pendapatan,
Beban dan Prive dengan Ekuitas Pemilik
Investasi pemilik merupakan aset yang disetorkan oleh pemilik
ke dalam perusahaannya yang digunakan perusahaan dalam menjalankan aktivitas
perusahaan. Aset yang disetor ini akan menambah ekuitas pemilik.
Dalam menjalankan kegiatannya, perusahaan menghasilkan
pendapatan dalam satu periode akuntansi. Pendapatan ini biasanya berasal dari
penjualan jasa, penjualan barang dagangan, menyewakan aset dan meminjamkan
uang. Pendapatan yang berasal dari aktivitas tersebut biasanya akan menaikkan
aset perusahaan.
Pendapatan yang muncul dari sumber daya yang berbeda juga
akan diidentifikasikan dengan berbagai nama pula, tergantung pada karakteristik
bisnisnya. Sebagai contoh, sebuah hotel berbintang lima bisa mengkategorikan
pendapatannya menjadi pendapatan atas penjualan kamar dan pendapatan dari
restauran.
Selama perusahaan beraktivitas, pemilik juga bisa mengambil
aset perusahaan untuk keperluan pribadinya, bisa berupa uang tunai atau aset
yang lain. Pengambilan aset untuk keperluan pribadi ini harus langsung dicatat
sebagai pengurang ekuitas pemilik. Dan pengambilan pribadi ini harus dicatat
dalam suatu rekening prive (drawing) dan rekening ini sebagai pengurang ekuitas
pemilik.
Hal lain sebagai pengurang ekuitas pemilik adalah adanya
beban. Beban adalah penurunan ekuitas pemilik yang ditimbulkan dari pelaksanaan
aktivitas perusahaan. Beban adalah biaya (cost) dari aset yang dikonsumsi atau
jasa yang digunakan dalam proses menghasilkan pendapatan. Beban menunjukkan
pembayaran atau pengeluaran uang tunai yang sesungguhnya ataupun yang
diestimasikan.
Seperti halnya pendapatan, beban juga memiliki bentuk dan
bisa diidentifikasikan dengan berbagai nama tergantung jenis aset yang
dikonsumsi atau jasa yang digunakan. Contoh: beban perlengkapan yang muncul
akibat pemakaian aset perlengkapan, beban utilitas yang muncul pada perusahaan
akibat penggunaan aset daya listrik telpon, air, dan sebagainya.
Jika dalam satu periode akuntansi, perusahaan memiliki
pendapatan yang lebih besar dari beban, maka dikatakan perusahaan memperoleh
laba bersih (net income) dan sebaliknya, jika beban yang terjadi lebih besar
dari pada pendapatannya, maka perusahaan menderita rugi bersih (net losses).
Dari ilustrasi 2.3 di atas, marilah kita mencoba membantu Tn
Airlangga untuk menyiapkan laporan keuangan perusahaan, yang meliputi Neraca
per 31Oktober 2006, laporan laba rugi untuk bulan Oktober 2006, dan laporan
perubahan ekuitas untuk bulan Oktober tahun 2006.
Apakah Tn Airlangga dalam menjalankan perusahaannya
mendapatkan laba? Bagaimanakah posisi aset perusahaan Citra Jasa karya pada
akhir Oktober 2006, dan bagaimana posisi atau perubahan ekuitas pemilik pada
perusahaan tersebut?
D. Laporan Keuangan
Setelah transaksi bisnis dicatat dan diikhtisarkan, maka
laporan bagi pengguna bisa disiapkan. Laporan akuntansi yang menghasilkan
informasi keuangan disebut laporan keuangan. Laporan keuangan utama yang
dihasilkan perusahaan perorangan meliputi laporan laba rugi, laporan ekuitas
pemilik, neraca, dan laporan arus kas.
Laba bersih –selisih lebih pendapatan terhadap beban–
meningkatkan ekuitas pemilik.
Laporan Laba Rugi. Laporan ini melaporkan pendapatan dan
beban selama periode waktu tertentu berdasarkan konsep penandingan (matching
concept). Konsep penandingan digunakan untuk menandingkan atau mengaitkan
antara pendapatan dan beban selama periode terjadinya.
Selain itu, laporan laba rugi juga melaporkan kelebihan
pendapatan terhadap beban-beban yang terjadi, yang disebut laba bersih (net
income), dan sebaliknya jika beban melebihi pendapatan disebut rugi bersih (net
losses).
Dampak dari pendapatan yang dihasilkan dari beban yang
terjadi selama sebulan beroperasi ditunjukkan dalam persamaan dasar akuntansi
sebagai kenaikan dan penurunan ekuitas pemilik. Pengaruh adanya laba bersih
suatu periode akan meningkatkan ekuitas pada periode tersebut, sebaliknya, jika
terjadi rugi bersih akan menurunkan ekuitas pemilik dalam periode yang
bersangkutan.
Laba bersih akan meningkatkan ekuitas pemilik, rugi bersih
akan menurunkan ekuitas pemilik.Laporan Ekuitas Pemilik. Laporan ekuitas
pemilik melaporkan perubahan ekuitas pemilik selama jangka waktu tertentu.
Laporan ini merupakan penghubung antara laporan laba rugi dengan neraca.
Laporan ini dipersiapkan setelah laporan laba rugi, karena laba bersih atau
rugi bersih periode berjalan harus dilaporkan dalam laporan ini. Laporan ini
dibuat sebelum mempersiapkan neraca, karena jumlah ekuitas pemilik pada akhir
periode harus dilaporkan di neraca. Laporan
ekuitas pemilik merupakan penghubung antara laporan laba rugi dengan neraca
pemilik.
Neraca. Neraca perusahaan merupakan laporan keuangan yang
menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik per tanggal tertentu. Bentuk
neraca ada 2 (dua), yaitu bentuk akun (account form) dan bentuk laporan (report
form).
Neraca menunjukkan aset, kewajiban dan ekuitas pemilik.
Pada neraca bentuk akun, aset ditempatkan di sebelah kiri,
sedangkan kewajiban dan ekuitas ada di sebelah kanan. Pada neraca dengan bentuk
laporan, neraca diletakkan di atas, sebelum kewajiban dan ekuitas. Bagian aset
dalam neraca biasanya disusun berdasarkan urutan cepat lambatnya aset tersebut
dikonversikan menjadi kas atau digunakan dalam operasi. Dua bentuk neraca adalah bentuk akun dan bentuk laporan.
Pada bagian kewajiban, semua jenis kewajiban harus disajikan
berdasarkan urutan waktu pembayarannya. Kewajiban yang harus segera
diselesaikan disajikan pada urutan yang paling atas. Sedangkan pada bagian
ekuitas pemilik, karena jenis perusahaannya adalah perorangan, maka hanya ada
satu modal pemilik. Laporan kas terdiri
dari 3 (tiga) bagian, yaitu: (1) arus kas dari aktivitas operasi, (2) arus kas
dari aktivitas investasi, (3) arus kas dari aktivitas pendanaan.
Laporan arus kas. Laporan arus kas terdiri dari 3 (tiga)
bagian, yaitu: (1) arus kas dari aktivitas operasi, (2) aktivitas investasi,
(3) aktivitas pendanaan.
Arus kas dari aktivitas operasi. Bagian ini melaporkan
ikhtisar penerimaan dan pembayaran kas yang menyangkut operasi perusahaan. Arus
kas bersih dari aktivitas operasi biasanya berbeda dari jumlah laba bersih
periode berjalan. Perbedaan ini terjadi karena pendapatan dan beban tidak
selalu diterima atau dibayar secara tunai.
Arus kas dari aktivitas investasi. Bagian ini melaporkan
transaksi kas untuk pembelian atau penjualan aset tetap atau aset permanen.
Arus kas dari aktivitas pendanaan. Bagian ini melaporkan
transaksi kas yang berhubungan dengan investasi pemilik, peminjaman dana, dan
pengambilan uang oleh pemilik. Ilustrasi
2.5 menunjukkan laporan keuangan perusahaan Widya Jasa Karya pada bulan Oktober
2006 yang terdiri dari: (1) laporan laba rugi, (2) laporan ekuitas pemilik, (3)
neraca, (4) laporan arus kas.
Marilah kita pelajari bersama ilustrasi 2.5. Setiap jenis
laporan keuangan menyediakan data keuangan yang relevan bagi manajemen, pemilik
perusahaan dan para pengguna lainnya. Setiap jenis laporan keuangan yang satu
berkaitan dengan jenis laporan keuangan yang lain.
Keterkaitan antara laporan keuangan yang satu dengan lainnya
dijelaskan sebagai berikut: (1) laba bersih sebesar Rp. 54.400.000,-
sebagaimana ditunjukkan dalam laporan laba rugi akan ditambahkan ke saldo modal
Tn Airlangga awal, 1 Oktober 2006 yang ada pada laporan ekuitas pemilik, hingga
menghasilkan saldo modal Tn Airlangga pada akhir periode, 31 Oktober 2006. (2)
Modal Tn Airlangga pada akhir periode, 31 Oktober 2006 sebagaimana dalam
laporan ekuitas pemilik sebesar Rp. 34.400.000,- dilaporkan dalam neraca per 31
Oktober 2006. (3) Posisi kas sebesar Rp. 482.400.000,- sebagaimana dalam neraca
per 31 Oktober 2006 didapatkan sebagaimana disajikan pada laporan arus kas
untuk bulan yang berakhir 31 Oktober 2006.
Untuk melengkapi laporan yang ada di perusahaan, biasanya
seperangkat laporan keuangan dilengkapi dan didukung dengan catatan atas
laporan keuangan yang menjadi satu bagian dari laporan keuangan tersebut.
CONTOH SOAL DAN PENYELESAIANNYA
Pada tanggal 1 Agustus 2007, Karina, S.Psi. membuka sebuah
kantor konsultan pendidikan. Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang
terjadi selama bulan pertama operasi perusahaan tersebut.
1. Menyerahkan kas sebesar Rp. 20.000.000,- sebagai setoran
modal.
2. Membayar sewa kantor bulan Juli Rp. 1.600.000,-.
3. Membeli peralatan kantor secara kredit seharga Rp.
6.000.000,-.
4. Memberikan jasa kepada klien secara tunai, Rp. 3.000.000,-
5. Meminjam uang dari bank BCA sebesar Rp. 1.400.000,- dengan
menandatangani sebuah wesel.
6. Memberikan jasa kepada klien secara kredit Rp.
4.000.000,-.
7. Membayar biaya-biaya sebagai berikut: gaji pegawai Rp.
1.000.000,-; biaya listrik Rp. 600.000,-; biaya telepon Rp. 200.000,-.
Pertanyaan:
a. Catatlah transaksi-transaksi di atas ke dalam persamaan
dasar akuntansi.
b. Susunlah laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan
neraca per 31 Agustus 2007 untuk kantor konsultan milik Karina, S.Psi.
(a) Pencatatan transaksi yang terjadi selama bulan Agustus
2007 ke dalam persamaan dasar akuntansi
(b) Laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, dan
laporan perubahan ekuitas, dan necara dari kantor konsultan Karina, S.Psi. pada
bulan Agustus 2007.






0 komentar :
Posting Komentar